 | Duduk Tenang | Jul 5, 2007 |
selamat datang, silahkan duduk, semoga celotehan saya tentang apa saja ini dapat dinikmati dengan tenang. WARNING: saya sangat moody. cenderung labil. silahkan salahkan zodiak saya. ----------- 'Life is very short and there's no time, for fussing and fighting my friend.' - The Beatles  Gimana cara lo menandai momen dalam hidup lo? Lewat tulisan? Lewat foto? Setiap orang punya caranya masing-masing, khusus untuk g, g menandai momen-momen hidup g lewat lagu.
Apa g pemusik? Bukan. Tapi g amat menikmati musik. Tiap lagu yg biasa g dengerin biasanya punya 'rasa'-nya masing-masing. Dan bukan berdasarkan lagu itu sendiri, tapi berdasarkan apa yg g rasa pas dulu g ngedengerin lagu itu. Lagu-lagu tertentu jg membangkitkan kenangan tertentu. Selalu lagu.
Nah, jumat-sabtu kemarin g dapet kesempatan untuk naik 'mesin waktu' dan kembali ke momen-momen indah hidup g. Mesin waktu itu namanya 'Java Rocking Land'. Target awal g adalah: pure saturday - smashing pumpkins / stereomantic - slank - the s.i.g.i.t - dashboard confessional - arkarna - kikan n friends (tribute to cranberries + alanis morissette). Apa daya, karena satu dan lain hal, pas hari jumat cuma kebagian Smashing Pumpkins. Dan hari ke-2 ga dapet stereomantic.
Dulu kecil g gede bareng saudara-saudara sepupu, kita tinggal sebelah-sebelahan dan sempet bertahun-tahun serumah. G jg cukup deket sama tante g. Berhubung keluarga g suka musik (termasuk bokap) dan masing-masing orang punya seleranya sendiri, jadi dari RHCP, NKOTB, tommy page, nirvana, pearl jam, debby gibson, oasis, smashing pumpkins, michael jackson, blur, semuanya g alamin. Jadi untuk nonton seorang Billy Corgan manggung live di depan mata rasanya tuh.. mmh.. speechless :D
Slank menandai masa-masa SMP g. Masa-masa paling 'bronx' krn dulu g sekolah di cipinang pinggir kali. Main sama orang-orang yg mukanya kaya preman. Kalo nongkrong nyanyinya slank. Hahaha..
Pertama g tau the s.I.g.I.t adalah dari novel beauty case. Masa-masa transisi g pindah dari bandung, balik ke jakarta. G inget detail-detail kecil pada masa itu tiap nonton the s.I.g.I.t, terutama tentang that particular person, pacar jaman SMA. :))
Dasboard Confessional is beyond compare. Jaman SMA kls 3. Saat-saat nongkrong sama temen-temen sampe malem di depan sekolahan. Masa-masa g dengerin curhatan para lelaki galau yg selalu diselingi senandung potongan lagu Dashboard :) Gila! G bisa teriak-teriak, lompat-lompat untuk nyanyiin lagu-lagu itu! Rasanya.. wah.. beyond words..
Arkarna? Entah kenapa kalo denger lagu 'So Little Time' g inget jaman SMP di rawamangun, dan denger lagu 'rehab' selalu inget jalanan ke arah rumah g. Ga terlalu kepengen sih nonton ini, jujur aja. Si pacar yg lebih semangat.
Dan malam itu ditutup cranberries + alanis. Ditemani angin sepoi-sepoi dan remang-remang lampu segarra. Berasa kembali ke cipinang, rumah g dulu.. nontonin jamie aditya, nadya hutagalung, dan sarseh di mtv. Saat-saat menyenangkan :)
Oh btw, g ga bawa kamera sama sekali. G bahkan ga motret make hp. Star struck. Ini salah satu foto dari hp si pacar yg g ambil untuk ditaro di wallpaper hp :P
It was a perfect day. A perfect flashback. Efeknya masih terasa, g masih berasa ngawang-ngawang..
powered by Indosat BlackBerry®  Ada yg tau Bambang Bayu Suseno?
Dia adalah anggota DPR dari provinsi Jambi yg belum lama ini sempet ngeluarin wacana pengadaan tes keperawanan untuk masuk SMP, SMA, dan PT. Untuk setiap siswa perempuan yg terbukti tidak perawanan, akan dikenai sanksi tidak boleh melanjutkan sekolah (kemungkinan dikhususkan ke sekolah negeri). Wacana tersebut tentu saja mengundang kontroversi dari berbagai pihak. Ada yg pro dan ada jg yg kontra.
Sebelum g ngeluarin uneg-uneg g urusan ini, g coba jabarin dulu ya garis besar dasar pemikiran dari wacana ini. 1. BBS berpikiran kalo ini adalah salah satu cara untuk memperbaiki 'moral' para remaja Jambi yg dinilai semakin mengkhawatirkan. Maksudnya gini, dengan ngasih 'ancaman' tes di setiap jenjang pendidikan dan sanksi putus sekolah, diharapkan siswa perempuan akan lebih menjaga keperawanannya. Ga gampang terpengaruh oleh pergaulan ataupun rayuan gombal dari pacar. 2. Menurut dia, dengan mengelurkan peraturan ini secara tidak langsung pengawasan atau kontrol diri diserahkan kepada anak sendiri, mengingat pengawasan orang tua dan sekolah sangat lemah dalam hal pergaulan remaja. 3. Ini g kutip dari artikel yg g baca ya: "Bambang berpendapat, jika siswa yg terlanjur sudah menikah dilarang bersekolah di sekolah negeri, kenapa siswa yg tidak perawan masih boleh bersekolah. Padahal, prakteknya hampir sama, siswi bersangkutan posisinya bukan lagi sebagai seorang gadis. Dasar hukumnya memang belum dipelajari lebih jauh oleh Bambang."
Ok cukup jelas ya motifnya apa. Sekarang g coba sampein apa yg ada di kepala g.
Tujuan BBS utk menekan jumlah seks bebas di kalangan remaja dan membuat perempuan-perempuan muda berpikir berkali-kali itu g pikir baik. Cuma eksekusinya yg kurang sempurna karena pada akhirnya meninggalkan banyak celah di aturan tersebut. Sebagai usaha preventif, cara itu masuk akal. Tapi sebagai sebuah solusi, jelas ga efektif. Maksudnya gini, cara itu baik utk ngebuat perempuan jauh lebih berhati-hati, tapi misalnya memang ada yg sudah 'terlanjur' ga perawan, nasib mereka gimana? Masa harus putus sekolah? Yg ada udah bodoh makin bodoh, jadinya bangsa kita ga pinter-pinter. Yg ada bikin masalah baru.
Kalaupun, misalnya, itu hanya berlaku untuk sekolah negeri, keputusan ini sama aja ngasih celah yg lebih besar untuk dikotomi sekolah swasta dan negeri. Ngasih celah untuk korupsi. Ngasih celah untuk banyak hal buruk lainnya.
Solusi pertama menurut g adalah, tetap ada tes keperawanan, tapi penyelesaiannya bukan putus sekolah. Misal, hasil tes diserahkan ke (hanya) orang tua murid yg bersangkutan.
Kenapa? Kenapa harus ikut campur urusan pribadi orang? Kenapa harus diskriminasi? G perempuan. G sangat bangga sama keperempuanan g dan ga jarang temen g menganggap g sedikit feminis, tapi g bisa ngerti kenapa hal ini penting. Jangan liat diskriminasinya dulu. Kenyataannya, seks bebas, terutama untuk remaja, sangat merugikan untuk perempuan. Dari segi kesehatan, dari segi sosial, dari segi mental, yg paling dirugikan adalah pihak perempuan. Makanya g pikir penting untuk perempuan ngejaga keperawanannya, seengganya sampai dia cukup dewasa untuk membuat pilihan untuk dirinya sendiri. Tingkat kedewasaan org itu beda-beda, jd seengganya g mengarah sama acuan negara: 18th. Dan tes keperawanan ini akan jd tindakan preventif yg baik. Apalagi dalam hal ini, kontrol akan ada di tangan perempuan itu sendiri. Norma yg ada di masyarakat itu sering ga adil untuk perempuan, itu kenyataan. Makanya perempuan perlu pinter untuk bisa bertahan.
Masalahnya.. Kalo ini diterapin di negara yg pendidikannya sudah baik dan antusiasme/kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap pendidikan udah tinggi mungkin baik, tapi kalo diterapin di Indonesia yg untuk nerusin pendidikan wajib belajar aja orang perlu ditarik-tarik ya susah. Yg ada makin gagal aja program wajib belajar dari pemerintah. Belum lagi beresiko bikin celah untuk pelecehan seksual ataupun sosial bagi siswa perempuan.
Solusi kedua adalah... berenti ngurusin moral orang dan fokusin untuk ngebangun pendidikan bagi setiap warga negara.
Kenapa? Karena moral -yg dr kemaren diribut-ributin terus- itu berhubungan erat dengan kurangnya pendidikan. Itu yg bikin memerangi kebodohan lebih baik daripada memerangi 'kerusakan moral'. Lahirkanlah anak-anak bangsa yg berpendidikan, walaupun tetap ga menjamin urusan moral, tapi itu adalah taruhan terbaik yg bisa kita ambil. Dan tindakan-tindakan macam sensor dan tes keperawanan cuma jalan pintas. Cuma main potong aja, ga sampe nyabut ke akar. Ga bikin masalah selesai.
Ini g baru liat twit dari @PramOctavy: Pendapat Al-Ghazali dalam Minhajul Abidin: lebih baik orang yang ahli ilmu tapi lemah ibadahnya dibanding ahli ibadah yang tak berilmu. :)
Ya, kita lihat aja sampai mana wacana ini akan berkembang. Yg jelas, g berdoa, mudah-mudahan orang-orang yg punya kuasa untuk ngebuat keputusan cukup bijak dan berpikir panjang.
PS: poin no.3 di atas bikin sy pengen nampol BBS :P powered by Indosat BlackBerry®
"You can look at the reasons why you love someone, you can even list them - his confidence, his smarts, his bulky physicality, the fact that he never bored her - but there's always something missing, the x factor, the magic ingredient." - marian keyes.
5days, 648pages. Like it :)
 Kamu mungkin berpikir pekerjaan saya sederhana. Berdiri, diam, diberi uang lalu mengeluarkan barang sesuai perintah. Mudah. Tidak perlu pintar untuk melakukannya. Tidak perlu menghitung uang, tidak perlu menghitung barang sisa, krn selalu ada manusia yg melakukannya. Kalau ada barang yg habis saya hanya memasang kata 'kosong' dan nanti manusia yg akan repot mengurus semua.
Sepanjang hidup, sepanjang bekerja, saya hanya menunggu. Iya, menunggu. Menunggu orang datang membangunkan saya untuk mengeluarkan barang yg diminta. Lalu menunggu lagi orang selanjutnya datang. Bila malam datang, saya kadang dipaksa mati dan hanya bisa menunggu pagi dengan seksama. Hanya agar punya kesempatan untuk diperhatikan. Karena tempat dimana saya bekerja, biasanya hanya buka pagi hingga malam. Kesempatan ya, bukan kepastian.
Di hari-hari terbaik, saya sering diperhatikan. Dikunjungi beberapa orang. Dan diberi kesempatan melihat betapa jasa saya dapat kembali menyegarkan orang-orang yg datang pada saya. Di hari-hari terburuk, saya akan diacuhkan oleh orang-orang, berhari-hari. Dan sekali waktu dipukul dan ditendang tanpa tahu apa salah saya. Terkadang ada juga manusia-manusia muda berkreasi di tubuh saya, menulis ataupun menggambar yg disukainya. Hati-hati tentunya, agar tidak ketahuan sang penjaga.
Dalam hidup saya, saya pun sering menjadi saksi berbagai kejadian. Dari mulai kejadian bapak-bapak genit yg mencoba mencolek-colek (maaf) pantat perempuan di depannya sampai melihat sepasang anak muda berpeluk-pelukan sambil sesekali memberi kecupan ringan pada pasangannya, menunggu kendaraan yg ditunggu datang. Saya jg pernah menyaksikan copet beraksi dengan cepat dan hebatnya. Atau perempuan muda yg sibuk berbicara dengan ponselnya dan tiba-tiba menitikkan air mata. Ada jg sepasang muda-mudi tak saling mengenal bertukar pandang, saling mencuri-curi perhatian sampai akhirnya kendaraan datang dan membawa salah satu pergi. Yang paling menyedihkan, saya pernah menyaksikan seorang lelaki muda duduk diam, sesekali melihat jam dan melihat layar ponsel, menoleh ke arah kiri dan kanan dan tak berhenti memperhatikan orang-orang yg turun dari kendaraan ataupun yg baru datang. Terus menerus. Dari siang hingga malam. Sampai akhirnya dia pun menyerah dan pulang (atau pergi entah kemana).
Pekerjaan saya memang sederhana. Monoton. Selalu sama setiap harinya. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Sampai suatu saat saya menua dan perlu digantikan dengan mereka yg lebih muda.
Satu hal yg pasti, dalam hidup saya, tidak pernah ada ruang untuk mengeluh. Tidak ada ruang jg untuk merasa jenuh. Apalagi untuk berkeinginan. Saya hidup hanya untuk menjalani, itu saja.
Oops.. saya sepertinya sudah terlalu banyak bicara. Langit sudah mulai gelap, sebentar lagi adzan maghrib akan datang. Dan dalam bulan puasa seperti ini, itu artinya waktu istirahat sudah habis. Saatnya kembali bekerja. Sampai jumpa lain waktu, manusia :)  Hari ini Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yg ke-65. Di situs-situs social network model twitter dan facebook pun semua ikutan ngucapin. Di twitter, hashtag #indonesia65 masuk trending topic (walaupun sampe tadi sih urutannya masih kalah dari Manchester United yg abis menang :P) dan -percaya ga percaya- banyak artis luar yg ikutan ngucapin 'happy independence day' plus ikutan pake hashtag tersebut (termasuk Smashing Pumpkins yg sebentar lg bakal dateng ke sini. SMASHING PUMPKINS sodara-sodara!!). Di facebook jg macem-macem. Ada yg ikutan pake hashtag #indonesia65, ada yg nyanyi lagu-lagu kebangsaan, ada yg ngomel, yg jelas hampir semua yg ada di feed g isinya soal indonesia dan hari kemerdekaannya.
Nah, dari segitu banyak ucapan-ucapan yg menyangkut kemerdekaan Indonesia, ga sedikit juga yg bernada sendu dan penuh pesimisme. Indonesia belum merdeka lah, Indonesia bobrok lah, sebel sama negara Indonesia krn bla-bla-bla lah, dan seterusnya, dan seterusnya.. Entah kenapa g agak kesel -dikit, ga boleh banyak-banyak kan lg puasa- denger nada-nada sumbang itu. G sih simple mikirnya, kalau pun Indonesia penuh banyak kekurangan, sikap pesimistis itu ga akan membantu Indonesia jadi lebih baik. Kasarnya, kalo lo juga cuma bisa ngomong, mending optimis aja sama Indonesia dan nasib ke depannya :P
Bukan berarti ga nerima kritik. Beda loh ya, kritik membangun sama bersikap pesimis (dan atau sinis). Bukan apa-apa sih, baru kemaren g baca kutipan dari tokoh (g lupa siapa) kalo pesimisme (dan sinis) itu menular, makanya mendingan menjauh dari orang-orang yg menularkannya. Fokus ke bagian menularnya ya.
Tiba-tiba teringat tugas orasi kemerdekaan pas SMA, dan tim g adalah satu-satunya tim yg bernada optimis dalam memangdang kemerdekaan. LOL. Yah.. jujur, g pun termasuk orang yg sinis dan sering pesimis sama banyak hal. Tapi khusus untuk Indonesia, g ga mau pesimis. Ga pernah mau :)
Jadi, daripada ngomel-ngomel soal keburukan Indonesia, mari kita sama-sama berdoa untuk Indonesia yg lebih baik aja yuk :)
Merdeka ya bangsaku, selamat merayakan ulang tahunmu yg ke-65! Btw, I'm a proud Indonesian ;)
Kemaren liat videoklip Nidji yg Dosakah Aku, cuma sepotong sih tp cukup lah untuk bikin g mikir. Videoklip itu bercerita tentang anak SMA yg hamil, ditinggalin pacarnya, dihakimin sama masyarakat, dan akhirnya meninggal. Hal pertama yg terlintas dari pikiran g adalah: kenapa sih 'dikeluarin dari sekolah' -a.k.a DO- selalu jadi solusi untuk anak-anak yg dianggap bermasalah?
Err.. aga jauh ya. Ya maap, otak sy memang begini.
Ngejelek-jelekin guru di facebook, dikeluarin dari sekolah. Berantem a.k.a tawuran, dikeluarin dari sekolah. Narkoba, dikeluarin dari sekolah. Hamil, dikeluarin dari sekolah. Padahal coba pikir de, sebenernya DO itu solusi untuk siapa? Untuk anak yg bermasalah, apa untuk sekolah? Dan coba pikir lagi kira-kira siapa yg lebih butuh solusi, yg masa depannya lebih dipertaruhkan, anak yg bermasalah apa sekolah?
Ambil satu contoh kasus aja ya, anak perempuan, A, duduk di bangku SMA (sekolah beneran maksudnya, bukan cuma duduk di bangkunya aja). Pacarnya B juga siswa SMA di sekolah yg sama. Di masa kehamilan 5 bulan dia ketauan sama sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Anggap si A dan si B lagi kelas 3 dan 3 bulan lagi mau ujian nasional. Kalo kasus ini terjadi di Indonesia, kira-kira nasib si A dan si B gimana?
Kemungkinan terbesar: A dan B bakal dihakimin abis-abisan sama masyarakat (kalopun ga secara fisik, seengganya secara sosial dan atau verbal). A dan B dikawinin. A keluar/dikeluarin dari sekolah, B tetep sekolah. Kemungkinan A nantinya akan ngelanjutin sekolah lagi? Ada, tapi kecil. Sekolah dan orang-orang sekitar yg menghakimi A (dan juga B) akan ngelanjutin hidup mereka dengan tenang, hidup A yg cerah kemungkinan selesai sampai di situ.
Otak g bertanya lagi, kenapa sih harus ada peraturan kalo anak sekolah yg hamil ga boleh sekolah? Loh, nanti kalo dia boleh tetep masuk sekolah bisa jadi contoh buruk buat anak sekolah yg lain dong.. Please deh, contoh buruk itu kalo guru-guru bilang (sambil nunjuk-nunjuk ke si A) 'liat anak-anak, enak loh hamil n punya anak di umur yg muda, beda umur sama anaknya nanti ga jauh. kalo biaya dan yg lainnya sih ga usah terlalu dipikirin, anak kan bawa rejeki..' Coba suruh si A cerita sama temennya apa yg dia alamin, apa susahnya punya anak diluar nikah, dan apa susahnya nikah karena 'kecelakaan'. Hebat kalo itu bisa memprovokasi anak-anak lain jadi pengen ikut-ikutan.
Ya salah sendiri dong, resiko itu namanya. Siapa suruh milih jalan yg ngancurin hidup sendiri? For God sake, mereka masih abg gitu. Lo pikir mereka udah sepenuhnya sadar sama apa yg mereka lakuin? Mereka pun masih tanggung jawab orang tua, tanggung jawab sekolah, jangan lepas tangan gitu aja dong. Lagian coba pikir, kalo misalnya lo jatoh ke jurang dan lo minta tolong setengah mati ditarikin sama orang yg lewat sambil berpegang ke tepi jurang dengan satu tangan, terus orang yg lewat cuma bilang 'salah sendiri, siapa suruh ga ati-ati', perasaan lo gimana? Masih bisa bilang ke diri lo sendiri 'ya ini salah g sendiri'?
Oke, mulai ngelantur. Intinya, g ngerasa kita seringkali gampang banget ngehakimin orang lain yg 'bermasalah', tapi jarang banget ngasih solusi. Sadar ga sadar, kita mungkin lebih sering bilang 'elo tuh salah' daripada 'elo salah, yaudah. waktu ga bisa diulang, jadi sekarang kita pikirin aja gimana cara ngebuat kesalahan lo ga berdampak lebih parah'. Yang juga sama menyedihkannya, banyak orang/pihak yg sebenernya punya kuasa membuat keadaan jadi lebih baik seringkali malah memperparah keadaan karena ga mau repot. Atau ga mau ikut-ikutan bermasalah. Atau malah karena mentingin egonya. Padahal kalo ini menyangkut masa depan/kehidupan seseorang, apa adil kalo kita bersikap kaya gitu?
Kalo lo ngerasa ga (g sih ngerasa ga adil), next time, sebelum menghakimi kesalahan seseorang, ada baiknya kita coba mikirin solusi yg bisa kita kasih.
Ps: I'm no angel myself, these words are also dedicated for me ;) Sent from BlackBerry® powered by SMART EVDO Network
@deelestari: #rindu adlh ampas kopi yg kau didihkan setiap pagi, berharap wangi sepuluh tahun lalu itu akan meruap lagi.
@radityadika: #rindu adalah api yang tidak ingin buru-buru mati.
@captainugros: #rindu adalah ketika kau telah berpaling dan aku masih memandangmu..
@rahneputri #rindu adalah jeda. untuk lebih mencintaimu. Sent from BlackBerry® powered by SMART EVDO Network
perspektif, g yakin semua orang punya. g percaya sesuatu yg nyata di dunia ini bentuknya 3 dimensi, termasuk hal-hal yg berhubungan dengan otak, misalnya suatu keadaan, keputusan, masalah, dan pemikiran. dan seperti jg benda 3 dimensi, mereka punya banyak sisi untuk diliat. gimana cara seseorang ngeliat suatu hal, pasti ya dengan caranya masing-masing.
ini g kutip dari detik: "Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya yaitu Para Group mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi itu dilakukan Trans Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan Trans Corp.
Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%." - dari Dikuasai Pribumi, Carrefour Harus Utamakan Kepentingan Nasional, 18/04/2010
walaupun bedanya cuma 1% sama Carrefour SA (prancis) secara resmi PT Carrefour Indonesia yg tadinya milik asing sekarang jadi milik pribumi.
dan ini tambahan informasi yg g kutip dari tweet @: 'Dana utk akuisisi Carrefour tsb dilakukan mll pinjaman dana dr konsorsium 4 bank asing. duitnya lari keluar negri + bunga lg''
sebenernya g ga ada maksud untuk ngebahas masalah ekonomi yg jujur aja g ga nguasain, cuma pas baca-baca soal akuisisi Carrefour ini g jadi ngeh banget, kalo emang segala sesuatu itu punya banyak sisi.
contoh: Carrefour, perusahaan asing diakuisisi perusahaan Indonesia (yg biasanya malah sebaliknya). prestasi = good. Carrefour, perusahaan asing diakuisisi perusahaan Indonesia dengan cara minjem uang (gede-gedean) ke Bank asing yg artinya uang si CT (yg mungkin termasuk keuntungan carrefour) malahan akan lari ke Bank-Bank asing tersebut seengganya sampe utangnya lunas (ditambah bunga), dan bukan ke negara kita. berita buruk = bad.
yg melihat keadaan ini sebagai sesuatu yg positif mungkin akan mikir, "seengganya kalo milik pribumi, walaupun masih utang n nguntungin negara lain, untuk jangka panjang akan menguntungkan negara dan mungkin akan lebih mikirin negara dan bukan merugikan bgt kaya skrg'
yg melihat keadaan ini sebagai sesuatu yg negatif mungkin akan mikir, "ada jaminannya ga si CT ini akan mikirin negara? yg ada takutnya sama aja kaya pengusaha lain, yg penting untung. gini-gini malah para pedagang kecil dan pasar-pasar tradisional makin lumpuh.'
see?
tiga dimensi. sisi yg bisa diliat banyak. dan setiap perubahan sudut pandang akan menghasilkan gambar yg berbeda. apakah yg positif itu selalu benar dan negatif itu selalu salah? belum tentu.
di manapun lo berpihak, urusan apapun, itu adalah kebebasan masing-masing orang. bukan bermaksud menggurui, cuma g pikir ada baiknya kita nyoba melihat segala sesuatunya dari berbagai sisi sebelum memutuskan sisi mana yg paling disukai.
cheers ;)
kemaren seorang temen nge-post notes di facebook. dalam notesnya, dia mempertanyakan kenapa seorang laki-laki cenderung ga puas sama apa yg dipunya. dia juga mempertanyakan soal 'shocking social status' (terutama dlm pernikahan) n fenomena dimana pas social status seorang cowo naik, mereka sering lupa sama orang yg selama ini ngedampinginnya dan nerima saat si cowo belum punya apa-apa n malah nyari yg lebih. seakan-akan si cowo berkembang dan merasa baju lamanya ga trendy lagi, dan bukannya nyoba mix n match atau ngakalin baju yg dia punya, dia malah milih nyari baju baru dan ngebuang yg lama. si temen gue itu ngerasa kalo cowo-cowo itu ga bersyukur.
bukan, gue bukan mau ngomongin tentang notes temen gue itu ataupun membenarkan/menyalahkan. cuma gara-gara baca notes itu gue jd kepikiran sesuatu..
apa salahnya menginginkan sesuatu yg lebih? dan apa menginginkan sesuatu yg lebih selalu berarti ga bersyukur?
setiap orang berhak mencari dan mendapatkan yg terbaik untuk dirinya sendiri, iya. tapi sampe mana si batasan seseorang dibilang 'mencari yg terbaik' dan sampe mana yg dibilang 'ga bersyukur'?
di suatu bagian di otak gue ada yg jawab: komitmen. ketika lo udah berjanji di depan tuhan untuk sehidup-semati-sepenanggungan, maka kata-kata 'mencari yg terbaik' itu udah ga ada. karena batas lo untuk mencari yg terbaik berakhir saat akad (atau buat sebagian lain di depan altar, atau ya apapun lah).
oke, masuk akal. tapi apa kabar dengan kata-kata 'berhenti berusaha'? apa pemikiran barusan -komitmen sebagai batas utk berenti mencari yg terbaik- ga jd bikin orang malah jd santai dan berhenti berusaha?
banyak orang sering salah persepsi, mereka mikir kalo 'komitmen = boleh berhenti berusaha'. pas pacaran apa-apa dibela-belain, anter-jemput, dandan super cantik tiap mau ketemu, dan sebagainya, dan sebagainya. pas udah nikah mikirnya santai lah, toh tiap hari jg ketemu. mikirnya toh udah dapet/udah laku ini. mikirnya ya ini sifat asli gue, lo harus terima kan lo milih nikah sama gue.
di bagian otak gue yg lain ngejawab lagi: loh, namanya jg jd diri sendiri. kalo males ya bilang males, ga suka bilang ga suka, cape ya bilang cape. masa udah nikah pun masih harus 'push beyond limit' tiap hari? ibaratnya, klo di rumah sendiri aja ga bs bebas pake daster belel-nan-nyaman, ya mau dimana lg? lama-lama jg cape jadinya, padahal nikah kan seharusnya nyaman.
terus sampe mana batasannya seseorang dibilang 'berhenti berusaha' dan sampe mana dibilang 'jadi diri sendiri'?
klo lo masih baca sampe sini, mungkin lo mikir klo otak gue kusut dan ngejelimet. dan gue akuin, emang iya.
tapi itu hidup bukan? penuh pertanyaan yg ga akan pernah ada abisnya. tapi pertanyaan, seperti jg masalah, kadang ga harus dijawab. cuma perlu dikeluarin trus dihadepin n dijalanin. karena waktu ga akan berhenti cuma karena lo butuh berpikir. tetep aja intinya mah, jalanin aja..
sekedar melepas rindu krn gagal lg melihat mereka manggung :'( | Rule My World | | Declaration of Dependence | | Kings Of Convenience | |
|  | lagi kurang kerjaan, gini deh jadinya.. |
'people change', kata-kata itu keluar dari mulut si pacar pas ngomentarin cerita soal temen SMA kita. pas akhirnya obrolan itu selesai, g bengong dan berpikir. teringat suatu adegan dr film yg belum lama ini g tonton, lupa sih judulnya apa tapi kira-kira adegan itu isinya seorang cowok bilang 'I know one thing, the only thing constant in life is change'. klise, g tau. tapi entah kenapa g jadi kepikiran.
seriring dengan bertambahnya umur, banyak banget hal yg udah berubah dari diri g. ga, g ga ngomongin perubahan-perubahan besar kaya keadaan, kedewasaan, et ce tera, et ce tera. g ngomongin hal-hal simple kaya hal-hal yg g suka (atau ga suka) dan tentang hal-hal yg penting dan ga penting. banyak hal yg tadinya g ga suka jadi hal-hal yg g suka atau seengganya bisa g terima. dan banyak hal yg dulunya penting dan menyenangkan jadi hal merepotkan. contoh kecil adalah makanan. semakin g gede, makanan yg g ga suka (baca: ga bisa makan) semakin sedikit. dulu g ga bisa banget makan sayur, kalo makanan ada sayurnya pasti g pinggir-pinggirin atau g buang sampe bersih baru g mulai makan. sekarang? g ga terlalu dipusingin sama hal itu. kalo makanan g bercampur sayuran, ya g makan aja sesuai sendokan g. no big deal. satu contoh lagi, hujan. g suka hujan. suka banget hujan-hujanan. pas g kecil tiap-tiap hujan g keluar rumah dan main hujan-hujanan. pulang sekolah kehujanan? I'm happy as ever. sekarang? iya, g masih suka hujan. cuma rasanya sekarang ini hujan lebih banyak ngerepotin daripada nyenengin. bikin macet, bikin kotor kaki dan celana kalo g harus jalan kaki, bikin jaket kesayangan yg harusnya bisa dipakai besok jd harus dicuci, bikin rambut g yg baru dikeramas jadi lepek, and so on, and so on.
di ujung bengong g itu g nyoba ngambil kesimpulan. ternyata semakin g dewasa semakin banyak hal yg bisa g terima dan toleransi -which is good. dan semakin g dewasa semakin g ga peduli sama hal-hal kecil yg sebenarnya bisa bikin dunia g lebih berwarna, little by little I've lost the child in me -which is not good. well, just like they say, gain some lose some. fair enough.
nyebelinnya, dari bengong itu g jadi sadar. ternyata semakin g gede, g semakin jadi orang yg ga g suka -which is bad, very bad. (in random orders) 1. FoxyTunes Do you listen to Music while surfing the Web? FoxyTunes lets you control almost any media player and find lyrics, covers, videos, bios and much more with a click right from your browser.   2. Fast Video Download I've tried some other Youtube-like site's downloader and decided to like this the most :) simple, reliable, and fast. oh, and now you can also save the file in .mp4 format. Now supports more sites: YouTube, Google Video, MySpace Video, DailyMotion, Metacafe, Break.com, Blip.tv, Spike, MyVideo.de, YourFileHost, zippyvideos.com, yikers.com, vimeo.com, videos.streetfire.net, revver.com, kontraband.com, collegehumor.com, blastro.com, videoalbumy.azet.sk. pornotube.com, dachix.com, badjojo.com, pornhub.com, redtube.com and others. 3. Shareaholic share what you found in web to... anywhere you want!   4. Friendbar I know. the user interface is kinda lame, but it's quite useful :) you can use it with twitter and facebook, but I prefer to use it only for my facebook account.  5. Power Twitter & Echofon (formerly twitterfox) view photos directly on tweets, post photos, integrated with facebook, and more..  
Echofon adds a tiny status bar icon that notifies you when your friends post tweets. You can also view updates in a timeline and post your own tweets. Noteable Features: - Unread count in Firefox status bar. - One-click access to Twitter window. - Easily post links to current page in Firefox. - Instant notification of new Tweets, within Firefox. - Allows for multiple Twitter accounts - Handles all the standard Twitter tasks such as direct messages and mentions. - Syncs unread tweets with your iPhone when you use Echofon Pro for iPhone. - auto pagination - Combine sequence tweets 
 maybe.. there's a place for you and me. maybe.  udah hampir seminggu ini g memelihara ritual pagi yg sama setiap harinya. (dipaksa) bangun pagi nganter ade-ade sekolah, sarapan, baca koran sampe selesai (kadang dibarengi nongkrong d wc), dan ga lama tidur lg.
hari ini -seperti biasa- ritual yg g lakuin masih sama. di sela-sela g baca koran, g sempet baca berita tentang percobaan bunuh diri seseorang yg ternyata gagal. garis besarnya gini, seorang bapak terjerat hutang banyak -ditemukan surat hutang di kamar tidurnya- ga bisa bayar dan memilih untuk bunuh diri dengan cara loncat dari jembatan penyebrangan.
tragis? belum selesai ceritanya.
bapak itu akhirnya loncat dari jembatan penyebrangan, pas jatuh ada truk lewat dan kakinya terlindas truk.
tragis banget? masih belum selesai.
bapak itu kemudian DITOLONG dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. g ga tau gimana nasib si bapak akhirnya, tapi kalo liat dari judul koran kemungkinan si bapak berhasil HIDUP.
ironis bukan?
untuk orang yg kebetulan ada di tempat kejadian dan berjasa dalam menggiring si bapak ke rumah sakit yg akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa si bapak, tentu si orang (atau orang-orang) itu merasa lega. dia berhasil menyelamatkan nyawa seseorang dan berhasil menggagalkan mimpi buruk atau rasa bersalah seumur hidup karena ga jadi ngeliat orang meninggal di depan matanya tanpa berusaha berbuat apa-apa.
tapi gimana kalo dilihat dari kacamata si bapak? ga jadi bebas hutang, ditambah dengan harus bayar biaya rumah sakit, plus beresiko hidup tanpa kaki. reality bites, dude!
sinisnya g, g akan komentar: itu hidup. pasti akan ada yg dikorbankan, entah itu perasaan orang-orang yg kepaksa ngeliat kematian tragis si bapak dengan segala konsekuensinya, atau perasaan si bapak yg gagal mati, dengan segala konsekuensinya jg. win-win solution is bullshit. 'And I've done all I can to stand on his steps with my heart in my hands..' 'I gave you the world but you just wanted arguing..'
udah lama g ga buka blog ini. tadi iseng-iseng g baca lagi. lucu jadinya. g jadi inget lagi gimana pertempuran hati dan otak g yang selalu bikin g resah. sekarang sih g udah ga resah, karena pada akhirnya g udah memilih. g pilih hati g. g nekat-nekatan. g ngorbanin semua hal yang dulu terlalu takut g korbanin dengan alasan 'all fair in love and war'. dan sekarang yg ada tinggal sakit. hahaha..
jujur, g ga tau komedi apa yang lagi dimainin tuhan saat ini untuk g, dan g pun belum bisa ngerti. yang ada cuma sakit, sedih, bingung, dan bertanya. apa emang ini jalan yang harus g laluin? apa ini bener-bener rambu perboden yg dia pasang atau malah ini pintu yang harus g coba buka? g bener-bener ga tau apa ini emang udah saatnya g nyerah setelah 6 tahun I fight his presence in my head? or should I wait a little longer?
ga ada yang tau jawabannya apa. dan g cuma bisa ketawa getir. mungkin ini semua emang cuma komedi semesta yang belum bisa g mengerti saat ini. mungkin 5 tahun lagi g akan kembali ngebaca tulisan ini dan tertawa akan kebodohan diri sendiri. mungkin. Lelaki (L): jadi? jawabannya? Perempuan (P): *diam* L: kalo aku berpikir egois si, aku ngikutin maunya aku, ya aku pasti pengennya kamu ngikutin aku. tapi kan ga bisa.. yauda, apa aku harus tundukin kepala untuk kamu? aku rela. P: aku.. L: ya? P: yauda.. aku.. ngikutin maunya kamu.. L: aku ga mau kalo kepaksa.
waktu berlalu...
L: ada yg kamu minta dari aku untuk yang terakhir? P: aku rasa udah terlalu banyak yg aku minta dari kamu, aku ga mungkin minta apa-apa lagi.. L: *diam* P: aku cuma pengen kamu bahagia.. L: saat ini kebahagiaan aku adalah kamu. tapi kan kenyataannya aku ga mungkin maksain kebahagiaan aku sendirian.. kamunya ga bahagia.
lelaki itu pun berlalu.. meninggalkan sepasang mata berair yang memandang kepergiannya.
pertanyaanya: sejauh apa ego perlu diturutin? kapan kita benar2 tau saatnya diam, ganti arah, ataupun jalan terus? dan mana cinta yg lebih besar, merelakan untuk kebahagiaan atau mencoba membahagiakan?
L: apa yang kamu pengenin pas ulang taun nanti? P: aku ingin bahagia. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
 dari sedikit hal yang g suka di musim hujan -lebih banyak ga sukanya, salah satunya adalah langit jakarta yang jadi berawan kalo lagi ga hujan. 2 hari lalu, tepat di saat g mau berangkat k bandung, g ngambil foto ini di jalan sambil dianter tukang ojek menuju baraya.
seperti halnya langit jakarta yang indah di musim hujan klo pas lagi ga hujan, g percaya di setiap keadaan 'gelap' pasti akan ada 'terang'.
cheers!   | Guestbook | |
 |
podja wrote on Jul 30, '09 sip sip.. kemungkinan beli tiket on the spot atau nanti malem di aksara.. sampai jumpa di venue.. |
 |
podja wrote on Jul 22, '09 yuks... gak batal karena bom kemaren kan? |
 | apaan nan ? no gw ? ad aapa ini ada apa ? |
 | saya suka yg colorful hehehe =) |
 |
podja wrote on Dec 5, '08 waduh.. (pura2) kaget.. hehehe.. pakabar..? kmana aja nih.. |
 | um...ni k nanda kmpf?? saya cab 28..weheheheehe *maap klo salah orang |
 |
podja wrote on Jun 3, '08 |
 | thanks 4 visiting :) kok gelep yaa.. |
 | HI... INI KUNJUNGAN BALIK LAGI YE......... THANKS.... |
 |
podja wrote on Feb 17, '08 kemaren gak nonton gitu? mudah2an taun ini ada lagi konser yang gak kalah bagus dengan harga yang lebih terjangkau.. tekor juga sih kalo pake harganya java.. |
 |
podja wrote on Feb 5, '08 |
 | hi... nanda thanks for your comment n visiting my site salam kenal ya..... |
| |